Pasar Bluffing

Pasar Bluffing

Memprediksi naik turunnya harga di pasar Forex itu tidak gampang. Ada yang terus menghalang-halangi agar harga tidak naik dengan cara mengganjal offer lagi dan lagi.

Sebaliknya ada juga yang mengganjal bid terus-terusan agar harga tidak turun. Kedua aksi itu berakhir pada harga yang tak kemana-mana pada hari itu, meninggalkan kebingungan pada pelaku pasar tanpa pernah tahu mau kemana harga keesokannya.

Aksi semacam itu disebut sebagai gertakan (bluffing), tapi buat apa menggertak? Jika saya hanya memegang 10 lot GBPUSD, apakah saya pantas digertak? Muka gile. Seperti semut yang diinjak, sudah kecil, ditekan pula.

Di awal-awal belajar Forex, saya pernah mengikuti sebuah seminar Forex gratis di sebuah hotel. Di sana dijelaskan dasar-dasar analisis teknikal, seperti candlestick, moving average, stochastic, dan sebagainya.

Pada sesi tanya jawab, saya bertanya yang sedikit nyeleneh dengan pertanyaan seperti ini \”Siapa itu bandar?\”. Lalu sambil tertawa pemberi materi itu menjawab, \”Kamilah bandar itu\”, dimana \’kami\’ merujuk pada sekuritas. Apakah pernyataan itu benar atau tidak, saya tidak tahu.

Bertahun-tahun lamanya saya dicekcoki dengan informasi bahwa pergerakan harga Forex itu tak lepas dari aksi bandar. Fungsi sekuritas itu sebenarnya tak lebih tak kurang hanya sebagai agen penjual yang menawarkan produknya buat dibeli investor.

Maka dibuatlah rekomendasi, analisis fundamental, makro, hingga tetek bengek faktor ekonomi dan politik dalam dan luar negeri pun dibahas, dengan tujuan agar investor tertarik.

Peranan sekuritas memang sangat dominan buat mendongkrak harga dengan cara mendorong investor memborong pair tertentu sebanyak-banyaknya. Andai investor tak banyak yang tertarik, maka dengan sendirinya aksi perbandaran itu akan gagal.