Modal Besar vs Modal Kecil
Modal Besar vs Modal Kecil dalam Forex

Apakah para trader pemula harus langsung masuk dengan modal besar? Kenyataannya tidak harus seperti itu. Para trader pemula bermodal kecil masih berkesempatan untuk memiliki karir trading di bidang forex. Kuncinya, jangan ambil leverage yang terlalu tinggi.

Sebagai pemula, Anda tidak perlu khawatir untuk bisa bertrading dengan ukuran yang terlampau besar. Bertransaksilah dengan ukuran transaksi yang ideal bagi pemula, karena hal ini juga searah dengan tingkat resiko trading Anda.

Bila Anda ingin mulai dengan modal kecil, maka sesuaikan juga dengan ukuran transaksi dan target keuntungannya. Jangan hanya karena peluang profit di forex yang memang besar, Anda sudah berani menetapkan target dan ukuran yang tidak realistis jika dibandingkan dengan modal Anda sendiri. Memiliki cara pandang yang realistis adalah langkah pertama untuk membatasi resiko sesuai dengan batas kemampuan dan toleransi Anda.

Buat pemula yang masih hijau dan bau kencur paling aman tetap memakai modal yang jangan terlalu besar. profit tidak perlu besar, yang penting proses tradingnya bisa bawa hasil yang konsisten. Pelan-pelan, namanya juga lagi belajar. Kalau sudah yakin baru trader itu bisa meningkatkan jumlah modalnya dan menggunakan leverage yang lebih rendah.

Paling penting sebenarnya mengkondisikan harapan supaya tetap sesuai dengan realita. mengatur emosi trading juga perlu, karena ada kalanya saat melihat pergerakan harga yang terlihat menguntungkan, timbul keinginan untuk memperbesar ukuran karena ingin cepat banyak profit, padahal itu tidak lebih hanya memperbesar resiko saja.

Tetapi masalah emosi ini tetap sesuatu yang berjalan seiring dengan pengalaman. yang wajib dipunyai sebagai dasar memulai trading tetaplah harapan yang realistis. supaya tidak sampai timpang antara jumlah modal dan target profitnya. karena hal itulah yang membuat trader berani untuk mengambil leverage yang lebih besar. betul tidak?

Trading kan risiko, jadi harus hati-hati. Meski pake modal kecil leverage besar, kalo kita mampu mengendalikan diri, jangan emosi, jangan ngamuk mentang-mentang pake leverage besar, dan selalu gunakan stoploss… Menurutku juga gak masalah. Tapi kalau masih susah kontrol emosi, ya baiknya menggunakan leverage yang lebih kecil.

Lebih bagus ya selain leverage yang dibatasi, resiko per trading juga baiknya diantisipasi karena gejolak pasar memang tidak menentu. Dalam hal ini yang penting kita bisa menyesuaikan nominal resiko sesuai dengan batas yang bisa kita terima sendiri.

Tidak perlu mengikuti saran umum, karena di sini mental kita sendiri yang akan langsung terkena dampak kerugian dan profit yang kita peroleh. Membatasi resiko bisa dengan mengatur jumlah resiko tertinggi untuk setiap trade, menerapakan rasio laba rugi, dsb. patut dicoba dan diterapkan dalam rencana trading.

Selamat mencoba dan selamat belajar.