Kekurangan Indikator Teknikal

Kekurangan Indikator Teknikal

Kalau Anda mulai menggunakan demo account dan memprediksi pergerakan mata uang maka Anda akan menemui satu kesulitan khas pemula: “Saya tahu apa yang telah terjadi saat ini, tetapi bagaimana pergerakan berikutnya?

Tidak ada tanda apa pun yang dapat saya baca karena indikator tidak muncul beberapa langkah didepan harga tetapi tepat pada saat harga berada.

Hal ini sangat wajar dikarenakan indikatfor memprediksi harga berdasarkan data sebelumnya alias berdasarkan data statistik. Jadi singkatnya, indikator teknikal menggunakan data pergerakan yang telah terjadi, memasukkannya dalam rumus dan kemudian memproyeksikannya kedepan. Well kedengarannya keren…

Tetapi ini juga menjadi masalah dikarenakan kita semua tahu bahwa apa yang terjadi di masa yang akan datang belum tentu sama seperti apa yang terjadi pada masa kini. Kekuatan kenaikan harga di masa mendatang belum tentu sama dengan kekuatan kenaikan harga dimasa kini. Demikian juga isu-isu yang terjadi.

Nah ini adalah kekurangan indikator teknikal, indikator hanya menggunakan masa lampau untuk melihat masa depan. Mirip dengan analis politik atau para komentator sepakbola. Padahal kita semua tahu bahwa bola itu bundar. Belum tentu tim A menang kemarin lalu besok bisa menang lagi melawan tim B.

Kekurangan ini kemudian dipecahkan dengan beberapa cara. Para analis fundamental menggunakan berita ekonomi untuk mengeliminir kekurangan ini dan mengatakan analisa teknikal memang demikianlah adanya. Well, para analis teknikal pun tidak mau kalah. Akhirnya mereka menggunakan chaos theory dan pattern recognition untuk mengeliminir kekurangan ini. Keren kan?

Selamat Belajar ……