Fakta Mengejutkan Soal Trader Forex

Fakta Mengejutkan Trader Forex

The U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) memperkenalkan sebuah regulasi pada bulan Oktober 2010, yang memaksa broker-broker AS untuk menurunkan jumlah leverage yang biasa ditawarkan kepada para kliennya. Leverage yang diijinkan adalah 50:1 untuk pair-pair mata uang mayor dan 20:1 untuk pair mata uang lainnya.

Broker-broker forex AS pun juga diharuskan untuk mentransparansikan persentase akun forex aktif yang benar-benar profitable. Dari hasil yang dikumpulkan menunjukkan kurang dari 25 persen akun trading yang bisa dikatakan untung.

Namun, data tersebut belum juga bisa merepresentasikan 95 persen akun trading forex di dunia, mengingat bahwa CFTC adalah regulator AS. Negeri Paman Sam merupakan negara dengan populasi trading forex ritel terendah. Lagipula data tersebut merupakan data tahun 2011.

Nah, untuk tahun 2016 ini, aturan terbaru sudah terbit. FCA yang merupakan regulator forex Inggris, resmi melarang broker penyedia trading CFD untuk menyediakan bonus akun baru dan membatasi leverage, sama seperti yang dilakukan oleh CFTC. FCA menyebutkan bahwa analis mereka menemukan 82% klien firma CFD mengalami kerugian pada produk tersebut.

Sedangkan CySEC Siprus dengan tegas memerintahkan broker forex untuk berhenti memberikan promosi bonus deposit. Selain itu, leverage default broker pun diminta untuk dipasang pada 1:50 saja, meskipun trader bisa memilih leverage lebih tinggi. CySEC menyebut upaya perlindungan klien dari ketidakjujuran dan ketidak-adilan sebagai dasar pemberlakuan regulasi tersebut.

Dari penyelidikan itu, belum ada yang cukup bisa memastikan bahwa 95 persen trader forex kehilangan uangnya. Akan tetapi, ini bukanlah fakta yang mengejutkan mengingat day trading memang metode pendekatan pasar yang sangat \”stressful\” dan melelahkan. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa persentase trader yang kehilangan uangnya karena trading forex terbukti sangat tinggi.