Fakta Mata uang Terhadap Minyak Dunia
Fakta Mata uang Terhadap Minyak Dunia

Data-data pada tahun 2006 menunjukkan konsumsi minyak makin hari semakin banyak digunakan. Jangan berharap tahun-tahun selanjutnya tingkat konsumsinya lebih rendah. Sebaliknya justru lebih tinggi. Dan perhatikan, konsumsi minyak US hampir 3x lipat bahkan untuk negara berkembang pesat seperti China sekalipun!

Data yang dihimpun diketahui bahwa Amerika Serikat hanya mampu memproduksi 8.330.000 barrel minyak perharinya. Dengan demikian 12.357.000 barrel lainnya harus diimport.

Kalikan saja dengan 365 hari maka Anda akan mendapatkan seberapa besar kebutuhan minyak US dalam barrel. Nah kalau minyak mengalami kenaikan 50 Dollar misalnya, hitung-hitung sedikit maka Anda akan mendapatkan nominal sekitar 225,5 Milyar Dollar US yang harus ditambahkan oleh Paman Sam untuk membiayai konsumsi minyaknya.

Kalau uang sebanyak itu dipakai untuk makan di warteg dapat berapa piring ya (yang ini tidak usah dihitung)? Beberapa negara yang sangat rentan dengan harga minyak adalah US, Kanada, Norwegia dan terakhir adalah Jepang.

Dalam kasus-kasus tertentu utamanya saat kondisi bursa komoditi sedang sangat bergejolak, laporan cadangan minyak US juga dapat mempengaruhi nilai tukarnya. Bila cadangan minyak Amerika Serikat menurun maka mata uangnya juga cenderung menurun dikarenakan aksi panic selling on USD. Ini tidak berlaku setiap waktu hanya dalam saat-saat minyak sedang diperhatikan oleh kebanyakan trader komoditi.

Ok, sedikit keterangan penjelas, hal yang sama juga berlaku untuk Yen Jepang yang memang merupakan negara konsumen minyak. Jadi logika ini juga valid untuk Yen.