Dua Tanda Kegagalan Trading Forex
Dua Tanda Kegagalan Trading Forex

Agar bisa berhasil di pasar forex, dibutuhkan lebih dari sekedar motivasi demi menemukan sistem yang hebat dan cara eksekusi yang tepat. Dan untuk menemukan sistem semacam itu, mau tidak mau kamu harus jatuh bangun, terjengkang, terkapar, terluka parah, lalu bangkit lagi, tersungkur lagi, bangkit lagi, dan seterusnya.

Tapi sering kali yang terjadi hari demi hari performa trading malah makin parah dari sebelumnya, berkali-kali, berulang-ulang, hingga emosi memuncak karena merasa dibodohi pasar. Kegagalan sememangnya menjadi isyarat atas 2 tanda, yaitu :

Pertama, kamu harus mundur. Jika kamu memilih cara ini, kehidupanmu dalam trading akan berakhir. Belum banyak pengalaman menyenangkan yang akan didapatkan dalam trading. Khususnya mendapat profit dan mengumpulkan keuntungan hari demi hari.

Risiko lainnya kamu telah menghilangkan waktu cukup banyak dalam mempelajari trading forex ini. Bahkan bagi yang sudah sering deposit juga akan kehilangan banyak uang tanpa ada ganti apapun.

Kedua, kamu tetap ngotot maju dengan resiko yang tak sedikit. Apabila kamu memilih langkah ini, risiko kegagalan dalam setiap transaksi semakin besar. Belum lagi menjaga keuntungan konsisten yang belum diketahui dimasa depan karena masih tahap pembelajaran.

Rugi dan kehabisan modal adalah makananmu disini. Rasa sakit, panas dingin, dan pikiran stres akan selalu menghampiri. Sampai kapan kamu kuat bertahan?

Untungnya kamu akan belajar lebih banyak dari mereka yang berhenti trading. Pengalaman demi pengalaman akan muncul dari perjalanan tradingmu. Nyatanya sudah banyak anak bangsa yang menjadi trader sukses seperti Kelvin Apriliano (Jakarta), Ahmad Sukarno (London), ataupun Sainetra Darma (Pontianak). Hmm….Jadi pilihan ada ditanganmu sekarang.